Cara mengajukan KPR untuk rumah bekas maupun rumah baru

prosedur-dan-tata-cara-mengajukan-kpr

Prosedur dan tata cara dalam mengajukan KPR untuk pembelian rumah baru maupun rumah bekas

Kridit Pemilikan Rumah atau biasa di sebut dengan KPR adalah salah satu jalan bagi anda untuk bisa memiliki rumah . Hal tersebut tergolong wajar karena hanya sedikit orang yang mampu beli rumah secara cash , Bagi orang yang tidak memiliki uang cash tentunya tidak bisa membeli dengan cara cash dan tentunya untuk bisa memiliki rumah maka membutuhkan pengungkit dan pengungkit tersebut adalah bank. Untuk itu maka ada baiknya anda mengetahui bagaimana cara yang tepat mengajukan KPR untuk membeli rumah bekas maupun rumah baru/ 

Informasi dan prosedur mengajukan KPR untuk membeli rumah bekas atau baru

  1. Pembiayaan bank
    • Apabila anda membayar rumah dengan cara KPR itu berarti bahwa anda membayar dengan bantuan bank yaitu anda dibayari terlebih dahulu oleh bank dan selanjutnya anda mengangsur ke bank yang anda tunjuk dalam pengajuan KPR .
    • Besarnya pembiayaan yang bisa di bantu oleh bank adalah sekitar 70% dan hal itu berarti anda harus memiliki uang sebesar 30% dari harga rumah tersebut
  2. Angsuran KPR
    • Besarnya angsuran yang di perbolehkan oleh pihak bank maximal 30 % dari pendapatan tetap , misalkan anda dan pasangan anda memiliki gaji tetap Rp 20 juta maka besar angsuran maximal yang di perbolehkan adalah Rp 6 juta
  3. Appraisal
    • Pihak bank akan menilai rumah yang anda inginkan dan kemudian memperkirakan harga rumah tersebut , hal itu bertujuan untuk menentukan uang maximal yang akan di keluarkan pihak bank untuk pembiayaan KPR , Apabila pengembang bekerja sama dengan pihak bank biasanya appraisal gratis tetapi jika tidak bekerja sama dengan bank anda harus bayar jasa appraisal tersebut
  4. Perhitungan penawaran bank
    • Pemohon KPR hrus memperhatikan aspek-aspek penting dalam KPR antara lain adalah besaran suku bunga , syarat dan ketentuan KPR , Rincian biaya KPR dan lain sebagainya
  5. KPR di setujuai
    • Apabila KPR di setujui maka maka akan terbit Surat Persetujuan Kridit ( SPK ) .Didalam SPK tersebut di tunjuk notaris yang mengurus segala persyaratan dan biaya notaris di tanggung oleh pemohon kridit
  6. Akad Kridit
    • Penandatanganan akad kridit di lakukan di depan Notaris dan di saksikan oleh beberapa pihak yaitu pembeli ( suamu – istri ),  penjual rumah , pihak bank dan notaris
  7. Berkas-berkas mengajukan KPR
    • Anda harus melengkapi berkas-berkas untuk mengajukan KPR antara lain yaitu ; KTP , Kartu Keluarga , NPWP , Buku Nikah , Slip gaji , Surat keterangan bekerja ( Karyawan ) , rekening 3 bulan terakhir , Foto copy sertifikat rumah yang akan di beli , Foto copy IMB dan Salinan surat tanda jadi dari penjual yang setuju menjual rumahnya

Demikian ulasan tentang proses dan prosedur tata cara mengajukan KPR , sekiranya info ini bisa berguna bagi anda dan bisa di manfaatkan sebaik-baiknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *