Tip Aman Beli Perumahan Dari Developer

beli-perumahan-dari-developer-anti-penipuan

beli perumahan dari developer anti penipuan dan terhindar dari developer nakal

Beberapa hari yang lalu saya melihat dari televisi tentang perumahan yang membuat rasah pembeli dengan tip aman beli perumahan dari developer ini kami harapkan anda terhindar dari pengembang perumahan nakal.Rumah merupakan salah satu dari kebutuhan pokok manusia oleh karena itu bagaimanapun caranya akan diupayakan agar saya dan anda memiliki rumah . Untuk proses memiliki rumah yang harganya dari tahun-ketahun sealu mengalami kenaikan tentunya membuat kesulitan tersendiri bagi kita yang tidak memiliki cukup uang untuk bayar kontan dan dengan gaji yang pas-pasan akan membutuhkan perjuangan keras dan bahkan akan melakukan pengiritan ekstrim supaya bisa menabung dan beli rumah.

10 tip beli perumahan dari developer

  1. Utamakan reputasi dari developer
    1. kepengurusan sertifikat sangat tergantung dari pengembang , pengembang yang tidak profesional akan menyebabkan kepengurusan sertifikat dan surat menjadi terhambat
      • Dibawah ini salah satu saca mengukur reputasi dari developer dengan melihat kelengkapan ijin developer
        • ijin peruntukkan tanah : ijin lokasi , ijin penata gunaan lahan , site plan yang telah di sahkan , Surat Ijin Penunjukan Penggunakan Tanah ( SIPPT) , Nomor sertifikat tanah , Surat ijin mendirikan bangunan (IMB) , Surat ijin penggunaan bangunan
        • Prasarana yang sudah tersedia
        • Kondisi tanah matang
        • Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB induk atas nama developer
        • IMB induk
  2. Sertifikat masih atas nama developer
    1. Sejak awal sertifikat atas nama developer , oleh karena itu penting sekali memastikan ke pengembang kapan sertifikat beralih atas nama anda , selama sertifikat masih atas nama developer maka implikasinya seperti di bawah ini
    2. Take – over kridit ke bank lain sulit di lakukan
    3. Penjualan rumah sulit dilakukan karena karena calon pembeli tidak akan mendapat SHM , Sedangkan SHM sendiri penting buat pembeli sebagai jaminan legatitas kepemilikan tanah dan bangunan
  3. Jangan bayar DP sebelum KPR disetujui
  4. Tidak bisa take over KPR jika sertifikat belum balik nama
  5. Ada resiko perumahan tidak jadi tepat waktu
    • Masih ada resiko membeli rumah dari developer seperti
      • Rumah tidak jadi meskipun pembayaran telah lunas
      • Rumah tidak jadi tepat waktu , tidak sesuai target dari waktu yang dijanjikan sesuai perjanjian
      • Rumah jadi tidak sesuai dengan standar
  6. Kewajiban dari developer jika terjadi wanprestasi
    • Perjanjian dengan developer diatur dengan jelas dalam perjanjian jual beli
  7. Segera AJB jika sudah terjadi jadi
    • AJB bisa dilakukan jika
      1. Bangunan rumah telah selesai di bangun
      2. Pembeli telah membayar lunas seluruh harga keseluruhan
  8. Segera urus status SHM
    • Setelah AJB pembeli akan mendapat SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan ) , hal ini karena developer tidak di ijinkan memperoleh sertifikat SHM , developer hanya di perbolehkan memiliki sertifikat HGB
    • Perlu diketahui Sertifikat Hak Guna Bangunan hanya dibatasi dalam jangka watu 30 tahun dan boleh di perpanjang lagi dalam jangka waktu 20 tahun , jadi jika sudah 50 tahun maka property tersebut akan di kuasai oleh negara
    • Sesuai keputusan menteri negara agraria / kepala badan pertahanan nasional no 6 tahun 1998 tentang memberi hak milik atas tanah dan rumah tinggal tanah dengan status SHGB bisa dirubah menjadi SHM
      • Pengurusan pada kantor BPN setempat di wilayah tanah tersebut berada
      • Pengurusan bisa dilakukan oleh pemegang SHGB yang berkewarganegaraan Indonesia atau melalui jasa notaris
    • Syarat mengurus SHGB menjadi SHM
      1. SHGB asli
      2. Copy IMB
      3. Copy SPPT PBB tahun terakhir
      4. Identitas diri
      5. Surat pernyataan yang tidak memiliki tanah 5 bidang yang luasnya kurang dari 5000M²
      6. Membayar uang pemasukan negara
  9. IMB amat penting , jika tidak memiliki IMB bisa di segel
  10. Jangan melakukan transaksi jual beli bawah tangan , yang berlandaskan kepercayaan dan kwitansi biasa , bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *