Membongkar Membeli Rumah Tanpa Uang Tanpa Hutang Part-3

beli rumah

membeli rumah tanpa uang tanpa hutang

Dari ulasan saya beberapa waktu lalu tentang bagaimana membuat properti mampu menghasilkan uang memalui menyewakan spot / sebagian kecil halaman untuk dipasang billboard , sekarang saya akan ulas untuk tahap berikutnya.

Beberapa hari yang lalu saya telah menjelaskan tentang laba tersembunyi pada perusahaan billboard , jadi perusahaan billboard pekerjaannya tidak hanya memasang papan billboard saja tetapi juga mengejar laba tersembunyi , seakarang pertanyaannya jika bisa mengambil propertinya sekalian kenapa tidak anda lakukan saja ?

Wah…belum berani nich , saya masih mikir itu pendapatan dari sewa spot billboard kan kekurangannya masih banyak ? terus bagaimana bayar sisanya tersebut ?

Benar..hasil sewa spot billoard memang belum bisa menutup semua biaya untuk beli properti tetapi bukankah itu juga pemasukan yang tidak sedikit ?

sekarang saya akan ulas tentang laba tersembunyi dari kerjasama dengan perusahaan yang di sebt dengan lelang kontrak dagang.
Mari kita lihat apa dan bagaimana cara kerja kontrak dagang ini
Kita asumsikan bahwa properti yang akan anda beli itu adalah sebuah ruko dengan lokasi yang sangat strategis , lalu saya akan tanya ke anda , dengan lokasi yang sangat strategis itu ? kirta-kira anda yang akan mendatangi produsen elektronik atau produsen elektronik yang akan mendatangi anda ? tentu saja mereka yang akan mendatangi anda , sales mereka akan mendatangi anda karena anda memiliki lokasi yang strategis “ pak , apakah kami di ijinkan titip jual barang/produk kami di tempat bapak? “
Pasti anda akan jawab boleh , gi mana enakkan ? anda tidak perlu keluar biaya untuk dagang…he..he..he…,tetapi tunggu dulu maksud saya boleh tidak seperti itu , boleh belum tentu tanpa syarat tetapi ada syaratnya
Perusahaan elektronik tersebut harus memiliki komitmen , komitmen berarti janji dan janji adalah uang bukan utang…..sampai di sini sudah mulai asyikkan bahasannya

Lalu kita bahas strateginya , agar properti tersebut menghasilkan uang yang banyak
Saya asumsikan anda memiliki ruko ( properti yang anda beli ) senilai 3milyar , langkah pertama anda bikin 10 paket penawaran dengan nilai per paket 300 juta dan setiap produsen boleh mengambil lebih dari 1 paket.

Tunggu dulu nich ada yang perlu saya tanyakan terlebih dahulu , kalau 1 paket senilai 300 juta jika kita bisa menjual 10 paket berarti bisa buat bayar 3 milyar lunas ? benar , begitulah perhitungannya tetapi apakah mereka mau , di sinis pertanyaannya ?

Perhitungannya begini harga sewa di indonesia rata-rata 7% dari nilai properti jadi jika nilai properti 3 milyard berati nilai sewa 7% dari 3M yaitu sebesar 210 juta pertahun , jika nilai sewa pertahun 210 juta mengapa mereka tidak memilih menyewa sendiri saja/bersama –sama dengan produsen lainnya untuk bayar sewa bersama-sama jadi mereka hanya mengeluarkan biaya 210 juta di bagi 10 yaitu 21 juta.

Ok..perhitungan di atas benar tetapi kurang cermat , mereka sudah pasti berkompetisi untuk menjadi yang terbaik jadi tidak mungkin mereka menyewa bersama-sama , nach di sinilah keuntungan yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Pertanaannya bagaimana cara memanfaatkannya ?

Apa konsinyasi / penjualan titipan ? “ bukan “

Bagi hasil ? “ bukan “

Lalu bagaimana ? “ anda manfaatkan 2 hal sekaligus “

Yang pertama adalah kontrak display dan yang ke dua adalah kontrak dagang

Untuk nilai kontak display kita tawarkan 50 juta dan untuk kontrak dagang kita tawarkan senilai 250 juta jadi 300 juta itu sudah termasuk paket kontraj display dan kontrak dagang dan kuncinya bukan pada kontrak display tetapi pada kontrak dagang sebesar 250 juta
Dalam hal ini anggap saja kontrak dagang di buat untuk waktu 2 tahun , jadi 300 juta itu adalah nilai kontrak dagang + display bukan kontrak ruko

Sampai di sini anda cermati terlebih dulu hingga paham betul…lalu kita menginjak ke ulasan selanjutnya

Dikurangi nilai kontrak display (Rp 50 juta), paket kontrak dagang tersebut bemilai Rp 250 juta. Artinya, dalam dua tahun, kita harus menjual, misalnya, produk merek A sampai mendapatkan laba Rp 250 juta. Untuk hitungan mudahnya, anggap saja laba dari penjualan satu televisi ukuran besar adalah Rp 500 ribu.

Maka, untuk mendapatkan laba Rp 250 juta selama dua tahun, kita harus menjual 500 unit televisi. Kalau bisnis kita indah dan kita bisa menjual 750 unit, kita akan mendapatkan uang Iebih (di luar Rp 250juta-laba yang ditarik di depan) sebesar: (750-500) x Rp 500 ribu = Rp 125 juta.
Namun, bagaimana kalau yang terjadi adalah sebaliknya dan kita hanya bisa menjual 300 unit? Angka tersebut jelas di bawah 500 unit. Laba yang kita capai pun hanya Rp 150 juta, padahal kita sudah telanjur menerima Rp 250 juta. Itu berarti ada selisih sébesar Rp 100juta. Nah, apakah uang Rp 100juta itu harus kita kembalikan kepada perusahaan produsen yang bersangkutan?

Tidak perlu. Kenapa? Uang itu bisa diperhitungkan untuk tahun berikutnya. Nah,jika Anda bisa menawarkan 10 paket ini, Anda akan mendapatkan uang 10 x Rp 300 juta = Rp 3 miliar.

Kalau sudah begini, apakah Anda perlu membayar ruko yang Anda inginkan itu dengan utang? Perlu mengambil KPR? Perlu “menggoreng” rekening? Tidak perlu, bukan?

Tetapi dengan nilai 300 juta tadi bukankah perusahaan produsen bisa mengontrak properti sendiri ?

Hal itu bisa terjadi jika anda belum membuat iklatan dengan pemilik properti , jadi anda harus tahu bagaimana cara membuat ikatan tersebut ( akan saya ulas di lain waktu )

Bagaimana kalau perusahaan produsen tersebut membayar BG mundur ? karena kontraknya hanya 2 tahun , itu berarti uang yang di terima di depan berkurang ?

ok itu masalahnya dan kita coba cari penyelesaiannya

untuk lebih lengkapnya bisa baca buku karangan Cipto Junaedy karena saya hanya menulis ulang  dari sebuah blog

Sudah dulu pembahasannya saat ini , akan saya ulas lagi di lain waktu , semoga informasi ini berguna bagi anda dan teman-teman semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *